Sekilas gambaran akibat Narkoba yang berujung kepada HIV-AIDS
marilah kita jaga keluarga dan lingkungan kita dari peredaran Narkoba
Sekilas gambaran akibat Narkoba yang berujung kepada HIV-AIDS
marilah kita jaga keluarga dan lingkungan kita dari peredaran Narkoba
Undang undang No 22 , Tahun 1997 tentang Narkotika:
UU No 5 tahun 1997, tentang Psikotropika:
Pasal 59:Menggunakan, memproduksi, mengedarkan, mengimpor, memiliki, menyimpan, menyimpan, membawa psikotropika Gol I, dipidana 4-15 tahun penjara dan denda Rp. 150 juta sampai Rp. 750 juta.
PENJARA
ganjaran setimpal bagi
PECANDU NARKOBA
dan
HUKUMAN MATI
tepat bagi
pengedar NARKOBA
Daftar Nama dan Alamat Rumah Sakit dengan Fasilitas
UNIT PELAYANAN PSIKIATRI
RUMAH SAKIT PEMERINTAH
Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Fatmawati, Cilandak Jakarta Selatan
RSKO ini terlengkap di tanah air, dengan fasilitas:
UGD, Unit Detoksifikasi, Unit Persiapan Rehab, Unit Rawat Jalan, Unit Rawat Siang, Laboratorium Khusus.
Semua Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Pemerintah Pusat:
Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Daerah
Rumah Sakit Jiwa Swasta
Bagian Psikiatri Rumah Sakit Umum Pemerintah:
Bagian PSIKIATRI Rumah Sakit Tentara
Bagian Psikiatri RSU SWASTA
PUSAT REHABILITASI PAMARDISIWI, BNN
Jl. MT. Haryono, Cawang Jaktim
Panti Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial
Pelayanan perawatan dan pemulihan Korban Narkoba di panti panti sosial tersebut khusu untuk keluarga kurang mampu, tidak dipungut bayaran, pendaftaran melalui Dinas Sosial setempat, Pelayanan baru diberikan kepada penderita ketergantungan coba-coba atau masih ringan
Pusat Terapi berdasarkan keagamaan
Betapa dahsyat dan mengerikan bencana penyalahgunaan narkoba yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan dan berakhir dengan kematian sia-sia yang tidak perlu ditangisi oleh siapapun. Oleh karena itu hondarkanlah diri kamu dari bencana penyalahgunaan narkoba
Hidup dan kehidupan adalah anugrah Allah Yang Maha Pemurah yang sangat berharga, karenannya harus disukuri, dipelihara dan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat baik bagi diri, keluarga, maupun masyarakat. Tidak ada satu agamapun yang membenarkan perusakan dan penghancuran diri.
Syukuri dan sayangi hidupmu dengan hidup teratur, tertib, sehat dan disiplin. Jangan pernah menyiapnyiakan waktu dan umur kamu. Syukuri hidupmu dengan perbuatan dan kegiatan berguna.
Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Temu kenali kekuatan atau potensi kamu dan kembangkan untuk perbuatan yang bermanfaat. Temu kenali pula kekurangan dan kelemahan dirimu agar dapat mengatasinya. Jangan sekali-kali mencoba menutupi kekurangan dirimu dengan melarikan diri kepada penyalahgunaan narkoba. Hanya akan mencelakakan dan menghancurkan dirimu.
Setiap prang mempunyai masalah. Masalah adalah bagian dari kenyataan hidup. Hadapi dan atasi masalah. Jangan melarikan diri kepada penyalahgunaan narkoba. Menghadapi dan mengatasi masalah akan membuat dirimu dewasa dan piawai dalam menjalani tugas hidup. Asah dan tingkatkan kemampuan dirimu memecahkan masalah.
Pengenalan diri sendiri merupakan bagaian penting dari tugas hidup, agar dapat mengembangkan kekuatan dan kelebihan diri serta mengatasi (bukan menutupi) segala kelemahan dan kekurangannya. Pengenalan tentang kekurangan diri merupakan awal dari pengembangan kemampuan mawas diri dan mengendalikan diri.
Pengenalan diri juga merupakan awal untuk membangun serta memperkuat kepercayaan diri. Kepercayaan diri dan kemampuan mengendalikan diri adalah modal utama untuk menangkal terjadinya penyimpangan perilaku, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Lemahnya kepercayaan diri dan kemampyan untuk mengendalikan diri menyebabkan orang mudah terpengaruh ole sikap dan perbuatan orang lain. Karena itu pupuk dan kembangkan rasa harga diri dan kepercayaan firimu.
Rasa rendah diri, kurang percaya diri seringkali menjadi penyebab perbuatan penyalahgunaan narkoba. Bagian dari perjuangan hidup yang penting adalah mengatasi rasa rendah diri, gampang terpengaruh dan mudah mengikuti ajakan teman adalah salah satu ciri dari kurang percaya diri.
Diri dan hidupmu sangat berharga bukan hanya bagimu, tetapi juga bagi orang tua, keluarga, kelompok teman, komunitas, masyarakat, dan bangsamu. Karenanya kamupun mempunyai tanggung jawab bukan hanya terhadap dirimu, tetapi juga terhadap orang-orang disekitarmu. Tunjukan tanggungjawab.
Kembangkan kemampuan berhubungan (berkomunikasi) degngan orang lain, mengemukakan pendapat, bertukar pikiran, mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, termasuk dengan orang tua, teman-teman sebaya dan teman-teman sekolah, kembangkan kemampuan untuk mengatakan tidak terhadap ajakan teman yang merugikan dirimu.
Kembangakan kemampuang untuk mempertimbangkan akibat baik atau buruk dari keputusan dan perbuatanmu.
Sebagai mahluk sosial pasti membutuhkan teman baik, tetapi perlu diingat bahwa tidak semua teman baik memberikan hal terbaik untukmu. Teman baik memerlukan untuk membenarkan dan mengikuti perilakunya. Celakanya bila teman baik kamu penyahguna narkoba, maka kamu bisa terjerumus mengikuti perbuatannya, sehingga menjadi korbanya. Bila kepribadian, kepercayaan dirimu serta kemampuan pengendalian dirimu kuat, maka bukan kamu yang akan terseret melainkan teman kamu yang tertolong.
Kembangkan kemampuan kamu mengajak dan mempengaruhi teman-teman kamu untuk mengadakan kegiatan positif seperti kelompk belajar, kelompok musik, kelompok diskusi, kelompok pencinta alam, kelompok relawan atau Palang Merah Remaja, Pramuka, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan positif demikian itu sangat penting dan berguna bagi pengembangan dirimu, demikian pula sangat bermanfaat bagi orang lain.
Gunakan akal sehat dan hati nurani kamu, sehinga berani mengatakan tidak terhadapkan ajakan, bujukan atau paksaan teman kamu untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Sebaliknya, kamu harus berani dan mampu mengajak mereka kepada kehidupan sehat dan normal tanpa narkoba.
Sebagai anggota kelompok pertemanan, tentu kamu dituntut untuk dan kamu sendiri ingin menunjukan kesetiakawanan. Tetapi perlu diingat dan dijaga jangan sampai karen akesetiakawanan, kamu dan orang tua kamu harus menjadi korban.
Dalam kehidupan di dunia ini setiap orang termasuk kamu mesti mempunyai masalah. Masalah adalah bagian dari kenyatan hidup. Berani menghadapi dan memecahkan masalah, bukan sebaliknya melarikan diri pada narkoba, itu adalah kemenangan besar bagimu.
Menghadpai dan memecahkan masalah akan mengembangkan dan mematangkan diri kamu. Menghindari masalah, malah kan membebani kamu dengan maslah lain yang lebih besar.
Penyalahgunaan narkoba tidak akan dapat membantu kamu memecahkan masalah yang kamu hadapi. Sebaliknya akan menambah berat dan parah permasalahan yang kamu hadapi serta menambah beban penderitaan kamu karena ketergantungan terhadapnya.
Setiap orang mempynyai potensi yang dapat dikembangkan. Karennya temu-kenalilah potensi, bakat dan daya kamu, kemudian arahkan dan kembangkan untuk hal-hal yang berguna bagi diri kamu, orang tua kamu dan masyarakat kamu.
Temu-kenalilah hobi atau kegemaran kamu, kembagnkan kearah kegiatan positif yang bermanfaat bagi kamu , orang tua maupun masyarakat.
Hidup ini ada tujuannya. Sudahkah kamu menentukan tujuan hidup kamu serta cara untuk mewujudkan tujuan hidup kamu. Pastikan bahwa penyalahgunaan narkoba dan segera beban penderitaan yang mengikutinya, adalah tujuan hidup kamu.
Orang mengatakan, bahwa waktu adalah uang, waktu adalah modal yang sangat berharga. Berbeda dengan modal lainya, waktu bila sudah lewat tidak akan kembali lagi. Karenanya gunakanlah waktu dan waktu luang kamu untuk kegiatan positif bagi kamu dan manusia lain, seperti: berolahrag, kesenian, berorganisai, kegiatan kerelawan dan kemanusian.
FOKUSKAN KEGIATAN DAN PEMIKIRANMU UNTUK HAL YANG BERGUNA DENGAN BEGITU KAMU BISA HINDARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA.
Tiga tahapan utama proses perawatan dan pemlhan penderita ketergantungan narkoba yaitu :
Perawatan dan Pemlihan penderita ketergantungan narkoba memerlukan waktu yang panjang, fasilitas dan obat memadai, serta tenaga professional yang kompeten, dan tentunya biaya yang sangat besar. Biaya perawatan inap termurah , sekitar 5 juta rupiah perbulan.
Perawatan dan pemulihan penderita ketergantungan narkoba melibatkan berbgai profesi dan keahlian: dokter, perawat, psikiater, psikolog dan pekerja sosial, yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk peran perawatan dan rehabilitasi penderita ketergantungan narkoba.
Keberhasilan perawatan dan pemulihan pecandu narkoba ditentukan oleh kemauan keras penderita untuk sembuh.
Pengobatan dan rehabilitas ketergantungan narkoba juga memerlukan dukungan, perhatian serta keterlibatan orang tua penderita.
Efektifitas program dan proses perawatan dan rehabilitasi penderita ketergantungan narkoba ditentukan oleh banyak faktor:
Pengalaman di Thailand menunjukan bahwa angka kambuhan (relpase rate) dari para penderita yang dilepas begitu saja, tanpa pembinaan (follow-up) lebih tingi dari pada yang mendapatkan pembinaan lanjut baik oleh personil dari pusat atau lembaga perawatan dan rehabilitasi, maupun oleh therapeutic community
Sampai sekarang tidak ada satupun modalitas perawatan dan pemulihan yang terbukti paling efektif.
Undang undang No 22 tahun 1997 tentang Narkotika, Pasal 46,47,48,49 dan 50, mewajibkan pelaku penyalahgunan narkoba mengikuti program perawatan dan pemulihan, tetapi dalam praktek, sampai sekarang masih berjalan program perawatan dan pemulihan seperti bersifat sukarela (voluntary).
Jumlah penderita ketergantungan narkoba yang dirawat di RSKO, tahun 1997 sebanyak2267 orang, tahun 1998 sebanayak 1807 orang (turun 20%), tahun 1999 sebanayk 4282 orang (naik 136%), tahun 2000 sebanyak 11640 (naik 172%), tahun 2001 sebanyak 9483 (turun 18.5%), tahun 2002 sebanayak 6838 orang (turun 28%), tahun 2003 sebanyak 4049 (turun 40%).
Departemen Kehakiman c/q Direktorat jenderal Pemasyarakat, telah membangun fasilitas Perawatan dan Pemulihan Kecanduan Narkoba bagi para narapidana narkoba, dilingkungan Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap.
Bila ada adik , kakak, saudara, teman, atau orang lain yang menjadi pelaku penyalahgunaan atau penderita ketergantungan narkoba, segera tolong dia, bantu dan dorong untuk ke Pusat Perawatan dan Pemulihan terdekat.
Benar bahwa tersedia pusat atau lembaga serta program pelayanan perawatan dan pemulihan bagi penyalahguna dan ketergantungan narkoba, tetapi perlu diingat bahwa selain dari proses perawatan dan pemulihan memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang sangat tinggi.Perlu diingat juga bahwa kerusakan sel susunan syaraf pusat akibat kecanduan narkoba tidak bisa dipulihkan seperti sedia kala. Karenanya lebih baik jauhi dan hindarkan diri dari perbuatan penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba.
Narkoba adalah PEMBUNUH berdarah dingi Jauhi atau MATI !!!!!
Banyak hal yang perlu dan harus dilakukan untuk mencegah remaja jangan sampai melakukan penyalahgunaan dan menderita ketergantungan narkoba, baik oleh remaja yang bersangkutan, orang tua sekolah maupun masyarakat.
Untuk para remaja yang bersangkutan:
KALO PAKAI
“NARKOBA”
Kamu nggak beda dengan
Orang GIla !!
HIV (Human Imuno Deficiency Virus) adalah virus yang menyebakan hilangnya kekebalan tubuh manusi. Aids (Acquired Imuno Deficiency Syndrom) adalah gejala hilangnya kekebalan tubuh yang didapat karena tertular (bukan bawaan).
Virus HIV menyebabkan AIDS, AIDS adalah penakit mematikan yang sampai sekarang belum ada vaksin pencegahannya ataupun obat penyembuhnya, karenanya sangat menakutkan. HIV ditularkan melalui cairan tubuh yaitu darah, atau air mani,melalui transfusi darah, hubungan sexual baik heterosexual maupun homo seksual.
Dahulu ada anggpan bahwa HIV/AIDS hanya menular di lingkungan pelaku penyimpangan sexual (pelacur dan pelaku homosexual), tetapi sekarang ternyata bahwa tidak sedikit yang tertular HIV karena transfusi darah dan penggunaan jarum suntik secara bergilir diantara para pecandu narkoba/IDU (injecting Drug Use).
Angka kejadian ketularan HIV dikalangan para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik (IDU) secara bergilir cukup tinggi. Penelitian diantara para IDU di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta,Bandung dll Menunjukan bahwa 90% daripada pecandu narkoba IDU tertular HIV.
Angka ketularan HIV AIDS di kalangan nara pidana yang menderita kecanduan narkoba dan menggunakan jarum suntik secara bergilir, jua cukup tinggi.
Bila kecanduan narkoba sendiri sudah merupakan penderitaan berat baik bagi yang bersangkutan maupun bagi oragn tua atau keluarganya, bila menggunakn jarum suntik secara bergilir, harus ditambah lagi dengan bebean penderitaan yang mengarah kepada kematian karean HIV/AIDS.
Dampak kesehatan dari penyalahgunaan narkoba dengan jarum suntik, yang paling serius adalah tertular HIV dan penyakit lainnya yang virusnya ditularkan melalui darah atau cairan tubuh, seperti virus Hepatitis B dan C. Program pecegahan dini adalah yang paling efektif.
AIDS sungguh merupakan suatu ancaman pembunuhan terhadap pembangunan suatu negara atau bangsa, bisa menyapu kemajuan sosal dan ekonomi yang dengan susah payah dicapai melalui pembangunan, karena AIDS menyerang kelompok usia muda dan produktif. Bahwa AIDS menimnulkan dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi, terbukti di beberapa negara Afrika.
Bila inginselamat dari tertular HIV/AIDS, penyakit yang mematikan secara lambat itu, hindari penyalahgunaan narkoba dan hindari penggunaan jarum suntik secara bergilir.
Penyebab dari dalam diri dan kepribadian remaja, yang biasa di sebut faktor disposisi:
Penyebab yang bersumber dari orang tua/keluarga, biasa disebut faktor penyumbang:
Penyebab yang bersumber pada kelompok sebaya , atau faktor pemicu:
Penyebab yang bersumber dari kehidupan masyarakat, merupakan juga faktor pemicu:
Apapun Alasanmu penyalahgunaan NARKOBA adalah RACUN!!!!
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak kepada masa dewasa. Masa remaja adalah masa pencaharian identitas diri. Jiwa remaja penuh gejolak dan pemberontakan. Gejola ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaanya, ingin mendapatkan kepercayaan, ingin mendapatkan tanggung jawab, ingin berprestasi,ingin menunjukan keberanian, ingin menonjol, ingin mendapatkan penghargaan, ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian. Pemberontakan terhadap kekuasaan dan penguasaan orang tua pada khususnya dan orang dewasa pada umumnya, pemberontakan terhadap segala nilai, norma dan aturan yang berlaku yang dipandang mengekangnya.
Masa remaja adalah masa yang indah penuh dorongan keingin tahuan, penjelajahan petualangan, ingin menunjukan keberanian, ingin ambil risiko, nekad. Masa remaja juga adalah masa labil, mudah terpengaruh, mudah meniru,mudah diiming-imingi, tanpa memikirkan akibatnya dimasa datang.
Remaja juga ditandai oleh kekompakan, kesetiaan, kepatuhan dan solidaritas tinggi terhadap sekelompok sebaya, mengalahkan kesetiaan dan kepatuhan terhadap orang tua dan gurunya.
Gejolak kejiwaan remaja tersebut seringkali dipeparah oleh sikap dan perlakuan orang tua dan orang dewasa disekitarnya, yang tidak memahaminya. Orang tua memandang bahwa anaknya adalah sepenuhnya miliknya yang harus selalu dijaga, dilindungi, diarahkan sesuai dengan keinginanya.
Sikap dan tindakan orang tua yang terlalu melindungi dan terlalu menguasai membuat anak menjadi tertekan dan berusaha untuk mencari penyaluran dengan minggat dan bergabung dengan kelompok sebaya, merusak, berkelahi, tawuran, meminum minuman beralkohol atau menyalahgunakan narkoba.
Orang tua yang kurang atau tidak memahami gejolak kejiwaan remaja akan berusaha sekuat tenaga menekan, mengarahkan sampai menghukum perbuatan anak yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapannya. Hasilnya adalah anak menjadi tertekan.
Kekompakan, kesetiaan dan kepatuhan remaja terhadap kelompok sebaya sebenarnya merupakan hal yang positif bagi pengembangan kepribadian, penemuan identitas diri, pengakuan, penerimaan, serta pengembangan kepekaan dan keterampilan sosialnya, bila kelompok sebaya yang dimasukinya kelompok sebaya yang tidak baik, maka akan melibatkan remaja kepada tindak kekerasan, perkelahian, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.
Kelompok sebaya dapat menjadi kelompok penekan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang positif, misalnya belajar bersama, atau negatif seperti tawuran, atau penyalahgunaan narkoba.
Setiap orang termasuk para remaja yang normal mempunyai berbagai kebutuhan, meliputi kebutuhan biologis(minum,makan,pakaian,tempat tinggal dan sex), kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan perwujudan diri. Tidak terpenuhinya salah satu atau semua kebutuhan tersebut dapat menimbulkan perasaan tertekan yang selanjutnya dapat memicu penyalah gunaan narkoba.
Gejala dan dampak penggunaan ganja:
Gejala Fisik
Gejala psikis
Pemakaian ganja secara terus menerus dalam dosis yang cukup tinggi akan menimbulkan dampak:
Dampak Fisik
Dampak psikis
Overdosis kokain menimbulkan gejala sebagai berikut:
Menggunakan opioda berkali-kali dapat menimbulkan toleransi danakhirnya ketergantungan. Kecepatan terjadinya toleransi tergantung kepada cara pemakaiannya. Pemakaiana secara terus menerus cepat menimbulkan toleransi. Pemakaian kronis menimbulkan ketergantungan.
Penggunaan dosis tiggi dapat menghilankan kolik empedu dan ureter. Morfin menekan pusat pernafasan yang terletak pada batang otak sehingga menimbulkan hambatan pernafasan. Kematian karena overdosis morfin akibat terhambatnya pernapasan.
Dampak fisik lainnya dari penggunaan morfin adalah:
Gejala fisik akibat penggunaan morfin:
Dampak psikis penggunaan morfin:
Orang yang pertama kali menggunakan morfin dan tidak sedang merasakan sakit, akan timbul gejala:
Dampak heroin lebih kuat dair morfin karena kemampuannya menembus pembatas antara darah dan sel otak.
Dampak keracunan barbiturat:
Menelan 10-30 mg amphetamine dapat menimbulkan
Gejala keracunan amphetamine
Dampak penggunaan LSD-25, 100-250 mg; Atropin;Meskalin;Psilosibin:
Menyedot inhalansia melalui hidung dalam jumlah yang sedang, untuk jangka waktu pendek:
Ketergantungan dan dosis tinggi terhadap tembakau (nikotin) sangat merugikan kesehatan:
Dampak penggunaan dan ketergantungan cafeine:
Penggunaan minuman beralkohol menimbulkan dampak buruk terhadap dan merusak fungsi hati, pankreas, pencernaan, otot, darah dan tekanan darah, kelenjar endokrin dan jantung
Dampak penyalahgunaan narkoba bagi pelakunya:
Bagi orang tua dan keluarga:
Bagi masyarkat dan bangsa: