Say No to Drugs !

Oktober 14, 2009

Akibat Narkoba yang berujung kepada HIV-AIDS

Sekilas gambaran akibat Narkoba yang berujung kepada HIV-AIDS

marilah kita jaga keluarga dan lingkungan kita dari peredaran Narkoba

Oktober 20, 2008

Sanksi Pidana Atas Perbuatan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba

Filed under: narkoba,umum — yd1kkb @ 6:26 am

Undang undang No 22 , Tahun 1997 tentang Narkotika:

  • Pasal 78: Menanam, memelihara, mempunyai, memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Golongan I, dipidana 10 tahun penjara dan denda Rp. 500 juta.
  • Pasal 79: Memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika Gol II, dipidana 7 tahun penjara dan denda Rp. 250 juta; Narkotika Gol III, dipidana 5 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta.
  • Pasal 80: Memproduksi, mengolah, menekstraksi, mengkonversi,merakit, atau menyediakan Narkotika Gol I, dipidana mati atau penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara denda Rp. 500 juta; Narkotika Gol III, dipidana 7 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta
  • Pasal 81: Membawa, mengirim, mengangkut atau mentransito Narkotika Gol I, dipidana 15 tahun penjara dan denda Rp. 750 juta; Narkotika Gol II, dipidana 10 tahun penjara, dan denda Rp. 500 juta; Narkotika Gol III, dipidana 7 tahun penjara dan denda 200 juta
  • Pasal 82: Mengimpor, mengekspor, menawarkan, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual0beli atau tukar menukar Narkotika  Gol I dipidana Hukuman Mati, seumur hidup atau penjara 20 tahun penjara dan denda Rp. 1 milyar, Narkotika Gol II, dipidana mati atau penjara seumur hidup atau 15 tahun penjara dan denda Rp. 500 Juta, Narkotika Gol II dipidana 10 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta.
  • Pasal 84: Menggunakan narkotika gol I untuk digunakan orang lain, dipidana 15 tahun penjara dan denda 750 juta; Narkotika Gol II, dipidana 10 tahun penjara dan denda Rp. 500 juta; Narkotika Gol III, dipidana 5 tahun penjara dan denda Rp. 250 juta.
  • Pasal 85: Menggunaka Narkoitka Gol I bagi diri sendiri, dipidana 4 tahun penjara, Narkotika Gol II, dipidana 2 tahun penjara, dan Narkotika Gol III, dipidana 1 tahun penjara.
  • Pasal 86: Orang tua atau wali pecandu yang belum cukup umur, yang sengaja tidak melapor dipidana 6 bulan penjara dan denda Rp. 1 juta
  • Pasal 87: Menyuruh memberi atau menjanjikan sesuatu, memberikan kesempatan, menganjurkan, memberikan kemudahan, memaksa, tipu muslihat atau membujuk anak yang belum cukup umur untuk melakukan tindak kejahatan narkoba diancam pidana 5-20 tahun penjara dan denda Rp. 20 juta samapai Rp. 600 juta

UU No 5 tahun 1997, tentang Psikotropika:

Pasal 59:Menggunakan, memproduksi, mengedarkan, mengimpor, memiliki, menyimpan, menyimpan, membawa psikotropika Gol I, dipidana 4-15 tahun penjara dan denda Rp. 150 juta sampai Rp. 750 juta.

 

 

 

PENJARA

ganjaran setimpal bagi

PECANDU NARKOBA

dan

HUKUMAN MATI

tepat bagi

pengedar NARKOBA

September 4, 2008

DAFTAR DAN NAMA RUMAH SAKIT KETERGANTUNGAN NARKOBA

Filed under: Uncategorized — yd1kkb @ 5:49 am
Tags:

Daftar Nama dan Alamat Rumah Sakit dengan Fasilitas

UNIT PELAYANAN PSIKIATRI

RUMAH SAKIT PEMERINTAH

Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Fatmawati, Cilandak Jakarta Selatan

RSKO ini terlengkap di tanah air, dengan fasilitas:

UGD, Unit Detoksifikasi, Unit Persiapan Rehab, Unit Rawat Jalan, Unit Rawat Siang, Laboratorium Khusus.

Semua Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Pemerintah Pusat:

  • RSJ Banda Aceh, Jalan Kakap 25
  • RSJ Medan, JL. Tali Air KM10
  • RSJ Padang Jl Ulu Gadut Padang
  • RSJ Pekan Baru Jl. Bangkinang Km 17,5
  • RSJ Jambi, JL. Kesehatan Jiwa Km 9.5
  • RSJ Palembang, Jl. Kol Berlian
  • RSJ Bengkulu Jl. Bukit Husada
  • RSj Sangaliat, Sangaliat Bangka
  • RSJ Jakarta, Jl. Latumeten No 1 Jakarta
  • RSJ Bogor, Jl. Dr. Sumeru 82, Bogor
  • RSJ Bandung, Jl. Martadinata 11, Bandung
  • RSJ Cimahi, JL. Rumah Sakit Cimahi
  • RSJ Klaten, Danguran , Kebon Arum Klaten
  • RSJ Magelang , Jl. A Yani 189, Magelang
  • RSJ Surakarta, Jebres, Surakarta
  • RSJ Semarang, Jl. Cendrawasih 27 , semarang
  • RSJ Lawang Jl. A yani No 1, Lawang Malang
  • RSJ Bangli, Jl. Kusumayuda, Bali
  • RSJ singkawang, Kalimantan Barat
  • RSJ Pontianak, JL Ali Anyang No 1, Pontianak
  • RSJ Tamban, Tamban
  • RSJ Banjarmasin, JL. Brigjen H.Hasan Basry
  • RSJ Samarinda Jl. Kakap
  • RSJ Ujungpadang, Jl. lanto Daeng Pasewang 34
  • RSJ Palu, Jl. RS Undata
  • RSJ Kendari, Jl. Letjen Suprapto
  • RSJ Ambon Jl. Negeri lama Passo

Rumah Sakit Jiwa Pemerintah Daerah

  • RSJ Lalijiwa, Kaliurang
  • RSJ Menur, Jl. Menur 120, Surabaya
  • RSJ Selebung, Lombok Tengah
  • RSJ Abepura, Jl. Kesehatan11, Abepura

Rumah Sakit Jiwa Swasta

  • Sanatorium dharmawangsa, Jl. Dharmawangsa 36, Jakarta
  • RS Dharmasakti, Jl. Kaji 40 Jakarta Pusat
  • RS Dharmajawa, Jl. Raya Mangga Besar Jakarta Barat
  • RS Ongko Mulyo, jl. Pulau Mas BaratVi, Jakarta Timur
  • RS Bina Atma, Jl. HOS Tjokroaminoto 94, Medan
  • RS Aditiawarman Jl.Parang Gadang, Padang
  • RS Puri Nirmala, Jl. Taman Siswa 74 Jogya
  • RS Bina Atma Jl, Ubung, Denpasar
  • RS Dharma Mulia, Jl. Dipenogoro, Surabaya
  • RS Adhitama Jl. Bangka 15 Surabaya
  • RS Puri Waluyo, Jl. Slamet Ryadi, Surabaya
  • RS Budi Asih Magelang
  • RS Dharma Kusumah Magelang
  • RS Hurip Waluyo, Jl. Raden saleh 15, Bandung

Bagian Psikiatri Rumah Sakit Umum Pemerintah:

  • RSUP Cipto Mangunkusumo, Jl. Dipenogoro 74, Jakpus
  • RS Fatmawati, Cilandak, Jaksel
  • RS Pusat Pertamina, Jl. Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jaksel
  • RS Persahabatan, Jl. Persahabatan, Rawamangun, Jaktim
  • RS Dr Karyadi, Jl. Dr. Sutomo, 16 Semarang
  • RS Dr. Sutomo, Jl. Dharma Husada,47 Surabaya
  • RS Hasan Sadikin, Jl.Pasteur 38 Bandung
  • RS Dr. Djamil, Jl. Perintis Kemerdekaan No 1Padang
  • RS Dr. Syaiful Anwar, Jl. Jaksa Agung Suprapto, 2 Malang
  • RS Tanjung Karang, Jl. Dr. Rivai , Tanjung karang

 

Bagian PSIKIATRI Rumah Sakit Tentara

  • RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdurahman Saleh Jakpus
  • RSPAL, Mintohardjo, Bendungan Hilir 17 Jakarta
  • RSP Polri, Kramat Jati Jaktim
  • RSP AU, Halim Perdana Kusuma, Jkt
  • RSAL Dr. Ramelan, Jl. Gadung Surabaya
  • RSAD, Malang
  • RS Dustira Cimahi

 

Bagian Psikiatri RSU SWASTA

  • RS Pelni, Petamburan , Jakarta
  • RS Sumber Waras, Jl. Kyai Tapa, Grogol, Jakbar
  • RS ST Carolus, Salemba Raya 41, Jakpus
  • RSS PGI Cikini, Jl. Raden Saleh 40, Jakpus
  • RS Islam Jkt, Jl. Cempaka Putih, Jakarta
  • RS Jiwa Husada, Jl. Raya Mangga Besar, Jakarta
  • RS Gunung maria, tomohon Sulut

PUSAT REHABILITASI PAMARDISIWI, BNN

Jl. MT. Haryono, Cawang Jaktim

 

Panti Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial

  • PRSKN insyaf Jl. Pancing 37 Medan
  • Khusunul Khotimah, Jl. babakan Pocis, Kecamatan Cisauk, Serpong, tangerang (Pemda Tangerang)
  • PRSKN Galih Pakuan, Putat Nutug, Bogor (Pemda Bogor)
  • PRSKN Binangkit, Lembang (khusu untuk Perempuan) (Pemda Bandung)
  • PRSKN Gemah, Semarang, (Pemda Semarang)
  • PRSKN teratai, Surabaya

Pelayanan perawatan dan pemulihan Korban Narkoba di panti panti sosial tersebut khusu untuk keluarga kurang mampu, tidak dipungut bayaran, pendaftaran melalui Dinas Sosial setempat, Pelayanan baru diberikan kepada penderita ketergantungan coba-coba atau masih ringan

 

Pusat Terapi berdasarkan keagamaan

  • Pondok Pesantren Suryalaya, Ciamis, Jabar dengan sejumlah inabahnya yang tersebar di banyak tempat
  • Pondok Pesantren Tebu Ireng Jatim

Agustus 25, 2008

Apa yang perlu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dan ketergantungan Narkoba

Filed under: Uncategorized — yd1kkb @ 7:57 am
Tags: , , ,

Betapa dahsyat dan mengerikan bencana penyalahgunaan narkoba yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan dan berakhir dengan kematian sia-sia yang tidak perlu ditangisi oleh siapapun. Oleh karena itu hondarkanlah diri kamu dari bencana penyalahgunaan narkoba


Hidup dan kehidupan adalah anugrah Allah Yang Maha Pemurah yang sangat berharga, karenannya harus disukuri, dipelihara dan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat baik bagi diri, keluarga, maupun masyarakat. Tidak ada satu agamapun yang membenarkan perusakan dan penghancuran diri.


Syukuri dan sayangi hidupmu dengan hidup teratur, tertib, sehat dan disiplin. Jangan pernah menyiapnyiakan waktu dan umur kamu. Syukuri hidupmu dengan perbuatan dan kegiatan berguna.


Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Temu kenali kekuatan atau potensi kamu dan kembangkan untuk perbuatan yang bermanfaat. Temu kenali pula kekurangan dan kelemahan dirimu agar dapat mengatasinya. Jangan sekali-kali mencoba menutupi kekurangan dirimu dengan melarikan diri kepada penyalahgunaan narkoba. Hanya akan mencelakakan dan menghancurkan dirimu.


Setiap prang mempunyai masalah. Masalah adalah bagian dari kenyataan hidup. Hadapi dan atasi masalah. Jangan melarikan diri kepada penyalahgunaan narkoba. Menghadapi dan mengatasi masalah akan membuat dirimu dewasa dan piawai dalam menjalani tugas hidup. Asah dan tingkatkan kemampuan dirimu memecahkan masalah.


Pengenalan diri sendiri merupakan bagaian penting dari tugas hidup, agar dapat mengembangkan kekuatan dan kelebihan diri serta mengatasi (bukan menutupi) segala kelemahan dan kekurangannya. Pengenalan tentang kekurangan diri merupakan awal dari pengembangan kemampuan mawas diri dan mengendalikan diri.


Pengenalan diri juga merupakan awal untuk membangun serta memperkuat kepercayaan diri. Kepercayaan diri dan kemampuan mengendalikan diri adalah modal utama untuk menangkal terjadinya penyimpangan perilaku, termasuk penyalahgunaan narkoba.


Lemahnya kepercayaan diri dan kemampyan untuk mengendalikan diri menyebabkan orang mudah terpengaruh ole sikap dan perbuatan orang lain. Karena itu pupuk dan kembangkan rasa harga diri dan kepercayaan firimu.


Rasa rendah diri, kurang percaya diri seringkali menjadi penyebab perbuatan penyalahgunaan narkoba. Bagian dari perjuangan hidup yang penting adalah mengatasi rasa rendah diri, gampang terpengaruh dan mudah mengikuti ajakan teman adalah salah satu ciri dari kurang percaya diri.


Diri dan hidupmu sangat berharga bukan hanya bagimu, tetapi juga bagi orang tua, keluarga, kelompok teman, komunitas, masyarakat, dan bangsamu. Karenanya kamupun mempunyai tanggung jawab bukan hanya terhadap dirimu, tetapi juga terhadap orang-orang disekitarmu. Tunjukan tanggungjawab.


Kembangkan kemampuan berhubungan (berkomunikasi) degngan orang lain, mengemukakan pendapat, bertukar pikiran, mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, termasuk dengan orang tua, teman-teman sebaya dan teman-teman sekolah, kembangkan kemampuan untuk mengatakan tidak terhadap ajakan teman yang merugikan dirimu.


Kembangakan kemampuang untuk mempertimbangkan akibat baik atau buruk dari keputusan dan perbuatanmu.


Sebagai mahluk sosial pasti membutuhkan teman baik, tetapi perlu diingat bahwa tidak semua teman baik memberikan hal terbaik untukmu. Teman baik memerlukan untuk membenarkan dan mengikuti perilakunya. Celakanya bila teman baik kamu penyahguna narkoba, maka kamu bisa terjerumus mengikuti perbuatannya, sehingga menjadi korbanya. Bila kepribadian, kepercayaan dirimu serta kemampuan pengendalian dirimu kuat, maka bukan kamu yang akan terseret melainkan teman kamu yang tertolong.


Kembangkan kemampuan kamu mengajak dan mempengaruhi teman-teman kamu untuk mengadakan kegiatan positif seperti kelompk belajar, kelompok musik, kelompok diskusi, kelompok pencinta alam, kelompok relawan atau Palang Merah Remaja, Pramuka, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan positif demikian itu sangat penting dan berguna bagi pengembangan dirimu, demikian pula sangat bermanfaat bagi orang lain.


Gunakan akal sehat dan hati nurani kamu, sehinga berani mengatakan tidak terhadapkan ajakan, bujukan atau paksaan teman kamu untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Sebaliknya, kamu harus berani dan mampu mengajak mereka kepada kehidupan sehat dan normal tanpa narkoba.


Sebagai anggota kelompok pertemanan, tentu kamu dituntut untuk dan kamu sendiri ingin menunjukan kesetiakawanan. Tetapi perlu diingat dan dijaga jangan sampai karen akesetiakawanan, kamu dan orang tua kamu harus menjadi korban.


Dalam kehidupan di dunia ini setiap orang termasuk kamu mesti mempunyai masalah. Masalah adalah bagian dari kenyatan hidup. Berani menghadapi dan memecahkan masalah, bukan sebaliknya melarikan diri pada narkoba, itu adalah kemenangan besar bagimu.


Menghadpai dan memecahkan masalah akan mengembangkan dan mematangkan diri kamu. Menghindari masalah, malah kan membebani kamu dengan maslah lain yang lebih besar.


Penyalahgunaan narkoba tidak akan dapat membantu kamu memecahkan masalah yang kamu hadapi. Sebaliknya akan menambah berat dan parah permasalahan yang kamu hadapi serta menambah beban penderitaan kamu karena ketergantungan terhadapnya.


Setiap orang mempynyai potensi yang dapat dikembangkan. Karennya temu-kenalilah potensi, bakat dan daya kamu, kemudian arahkan dan kembangkan untuk hal-hal yang berguna bagi diri kamu, orang tua kamu dan masyarakat kamu.


Temu-kenalilah hobi atau kegemaran kamu, kembagnkan kearah kegiatan positif yang bermanfaat bagi kamu , orang tua maupun masyarakat.


Hidup ini ada tujuannya. Sudahkah kamu menentukan tujuan hidup kamu serta cara untuk mewujudkan tujuan hidup kamu. Pastikan bahwa penyalahgunaan narkoba dan segera beban penderitaan yang mengikutinya, adalah tujuan hidup kamu.


Orang mengatakan, bahwa waktu adalah uang, waktu adalah modal yang sangat berharga. Berbeda dengan modal lainya, waktu bila sudah lewat tidak akan kembali lagi. Karenanya gunakanlah waktu dan waktu luang kamu untuk kegiatan positif bagi kamu dan manusia lain, seperti: berolahrag, kesenian, berorganisai, kegiatan kerelawan dan kemanusian.


 


 


 


FOKUSKAN KEGIATAN DAN PEMIKIRANMU UNTUK HAL YANG BERGUNA DENGAN BEGITU KAMU BISA HINDARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA.


 

Agustus 11, 2008

Perawatan dan Pemulihan Penderita Ketergantungan Narkoba

Tiga tahapan utama proses perawatan dan pemlhan penderita ketergantungan narkoba yaitu :

  1. Tahap detoksifikasi, terapi lepas narkoba (withdrawal sydrome), terapi fisik yang ditujukan untuk menurunkan dan enghilankan racun dari tubuh.
  2. Tahap stabilisasi suasana mental dan emosional penderita, sehingga ganguan jiwa yang menyebabkan perbuatan peyalahgunaan narkoba dapat diatasi.
  3. Tahap rehabilitasi atau pemullihan keberfungsian fisik, mental dan sosial penderita, seperti bersekolah, belajar, bekerja seta bergaul secara normal.

Perawatan dan Pemlihan penderita ketergantungan narkoba memerlukan waktu yang panjang, fasilitas dan obat memadai, serta tenaga professional yang kompeten, dan tentunya biaya yang sangat besar. Biaya perawatan inap termurah , sekitar 5 juta rupiah perbulan.

Perawatan dan pemulihan penderita ketergantungan narkoba melibatkan berbgai profesi dan keahlian: dokter, perawat, psikiater, psikolog dan pekerja sosial, yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk peran perawatan dan rehabilitasi penderita ketergantungan narkoba.

Keberhasilan perawatan dan pemulihan pecandu narkoba ditentukan oleh kemauan keras penderita untuk sembuh.

Pengobatan dan rehabilitas ketergantungan narkoba juga memerlukan dukungan, perhatian serta keterlibatan orang tua penderita.

Efektifitas program dan proses perawatan dan rehabilitasi penderita ketergantungan narkoba ditentukan oleh banyak faktor:

  • Kemauan kuat serta kerjasama penderita sendiri.
  • Profesionalisme, kompetensi serta komitmen para pelaksananya.
  • System rujukan antara lembaga yang baik
  • Prasarana, sarana dan failitas yang memadai
  • Perhatian dan keterlibatan orang tua atau keluarga
  • Dukungan dana yang memadai
  • Kerjasama dan koordinasi lintas profesi yang baik

Pengalaman di Thailand menunjukan bahwa angka kambuhan (relpase rate) dari para penderita yang dilepas begitu saja, tanpa pembinaan (follow-up) lebih tingi dari pada yang mendapatkan pembinaan lanjut baik oleh personil dari pusat atau lembaga perawatan dan rehabilitasi, maupun oleh therapeutic community

Sampai sekarang tidak ada satupun modalitas perawatan dan pemulihan yang terbukti paling efektif.

Undang undang No 22 tahun 1997 tentang Narkotika, Pasal 46,47,48,49 dan 50, mewajibkan pelaku penyalahgunan narkoba mengikuti program perawatan dan pemulihan, tetapi dalam praktek, sampai sekarang masih berjalan program perawatan dan pemulihan seperti bersifat sukarela (voluntary).

Jumlah penderita ketergantungan narkoba yang dirawat di RSKO, tahun 1997 sebanyak2267 orang, tahun 1998 sebanayak 1807 orang (turun 20%), tahun 1999 sebanayk 4282 orang (naik 136%), tahun 2000 sebanyak 11640 (naik 172%), tahun 2001 sebanyak 9483 (turun 18.5%), tahun 2002 sebanayak 6838 orang (turun 28%), tahun 2003 sebanyak 4049 (turun 40%).

Departemen Kehakiman c/q Direktorat jenderal Pemasyarakat, telah membangun fasilitas Perawatan dan Pemulihan Kecanduan Narkoba bagi para narapidana narkoba, dilingkungan Rumah Tahanan atau Lembaga Pemasyarakatan yang nantinya akan dikembangkan secara bertahap.

Bila ada adik , kakak, saudara, teman, atau orang lain yang menjadi pelaku penyalahgunaan atau penderita ketergantungan narkoba, segera tolong dia, bantu dan dorong untuk ke Pusat Perawatan dan Pemulihan terdekat.

Benar bahwa tersedia pusat atau lembaga serta program pelayanan perawatan dan pemulihan bagi penyalahguna dan ketergantungan narkoba, tetapi perlu diingat bahwa selain dari proses perawatan dan pemulihan memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang sangat tinggi.Perlu diingat juga bahwa kerusakan sel susunan  syaraf pusat akibat kecanduan narkoba tidak bisa dipulihkan seperti sedia kala. Karenanya lebih baik jauhi dan hindarkan diri dari perbuatan penyalahgunaan dan ketergantungan narkoba.

 

Narkoba adalah PEMBUNUH berdarah dingi Jauhi atau MATI !!!!!

Juli 31, 2008

Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Banyak hal yang perlu dan harus dilakukan untuk mencegah remaja jangan sampai melakukan penyalahgunaan dan menderita ketergantungan narkoba, baik oleh remaja yang bersangkutan, orang tua sekolah maupun masyarakat.

Untuk para remaja yang bersangkutan:

  • Mencintai dan mensyukuri hidup sebagai anugrah Yang Maha Kuasa
  • Temu-kenali dan kembangkan daya, minat, bakat, serta hobbi dirimu
  • Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan pada diri masing-masing, temu-kenali kelebihan dan kekurangan tersebut pada dirimu, kembangkan hal yang positif pada dirimu dan sadari serta tinggalkan hal yang negatif dari dirimu.
  • Setiap orang mempunyai masalah dalam hidupnya. Hadapi dan pecahkan masalah itu, bukan hindari, apalagi dengan melarikan diri kepada penyalahgunaan narkoba.
  • Penyalahgunaan narkoba bukan penyelesaian masalah tetapi memperparah masalah.
  • Kamu perlu teman akrab, tetapi jangan sampai kamu harus mengorbankan diri sendiri karena mengikuti ajakan, bujukan atau paksaan teman.
  • Kamu harus memperkuat kepercayaan diri dan keberanian kamu untuk mengatakan tidak serta menolak ajakan teman untuk menyalahgunakan narkoba dan perbuatan lainnya yang melanggar agama, hukum, atau moral.
  • Pencegahan penyalahgunaan narkoba, meliputi: Pencegahan primer, sekunder dan tertiair. Pencegahan primer atau pencegahan dini ditunjukan kepada yang belum tersebtuh narkoba; pencegahan sekunder, yaitu pencegahan bagi kelompok yang rentan terhadap penyalagunaan narkoba dan pencegahan tertiair, adalah pencegahan untuk mencegah kambuh.
  • Pencegahan penyalahgunaan narkoba dilakukan di dalam keluarga, sekolah, komunitas, tempat kerja, dan masyarakat luas, melalui kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi dengan menggunakan berbagai media (antar pribadi,massa cetak atau elektronik). Program pencegahan ditunjukan kepada pengembangan positif dan tanggung jawab terhadap diri, keluarga dan masyarakat; pengembangan kemampuan pemecahan masalah (problem coping capacity). Pendidikan keterampilan hidup; pendidikan keorang-tuaan, pendidikan hidup sehat.
  • Untuk masyarakat Indonesia yang majemuk diperlukan metoda, teknik media serta pesan komunikasi yang bervariasi untuk masing-masng masyarakat , etnis, budaya, kelompok usia, tingkat pendidikan serta tingkat sosial ekonomi.
  • Penciptaan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, komunikatif, terbuka, penuh perhatian dan kasih sayang upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
  • Demikian pula penciptaan lingkungan sekolah. lingkungan kerja dan lingkungan sosial yang sehat dan harmonis, adalah penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Dalam hubungan ini peran, kepedulian, tangung jawab:guru, Kepala Sekolah, pimpinan perusahaan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga sangat penting.
  • Hasil penelitian menunjukan bhawa merokok dan meminum minuman beralkohol merupakan pintu pembuka ke penyalahgunaan narkoba. karenanya hindari merokok. Bila sudah terlanjur merokok, segera tinggalkan kebiasaan merokok. Niscaya dirimu akan lebih sehat, lebih segar dan bugar serta lebih bersemangat tanpa merokok. Diseluruh dunia 10.000 orang tiap hari mati karena merokok, di Indonesia , 57.000 orang tiap tahun mati akaibat merokok. Merokok adalah pembunuh nonmor tiga setelah penyakit jantung koroner dan kanker.
  • Tujuan jangka pancang pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah membebaskan bangsa Indonesia dari bahaya narkoba.

 

KALO PAKAI

“NARKOBA”

Kamu nggak beda dengan

Orang GIla !!

Juli 29, 2008

Penyalahgunaan Narkoba dan infeksi HIV/AIDS

Filed under: AID,HIV,jarum suntik,narkoba — yd1kkb @ 5:01 am
Tags: ,

HIV (Human Imuno Deficiency Virus) adalah virus yang menyebakan hilangnya kekebalan tubuh manusi. Aids (Acquired Imuno Deficiency Syndrom) adalah gejala hilangnya kekebalan tubuh yang didapat karena tertular (bukan bawaan).

Virus HIV menyebabkan AIDS, AIDS adalah penakit mematikan yang sampai sekarang belum ada vaksin pencegahannya ataupun obat penyembuhnya, karenanya sangat menakutkan. HIV ditularkan melalui cairan tubuh yaitu darah, atau air mani,melalui transfusi darah, hubungan sexual baik heterosexual maupun homo seksual.

Dahulu ada anggpan bahwa HIV/AIDS hanya menular di lingkungan pelaku penyimpangan sexual (pelacur dan pelaku homosexual), tetapi sekarang ternyata bahwa tidak sedikit yang tertular HIV karena transfusi darah dan penggunaan jarum suntik secara bergilir diantara para pecandu narkoba/IDU (injecting Drug Use).

Angka kejadian ketularan HIV dikalangan para pecandu narkoba yang menggunakan jarum suntik (IDU) secara bergilir cukup tinggi. Penelitian diantara para IDU di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta,Bandung dll Menunjukan bahwa 90% daripada pecandu narkoba IDU tertular HIV.

Angka ketularan HIV AIDS di kalangan nara pidana yang menderita kecanduan narkoba dan menggunakan jarum suntik secara bergilir, jua cukup tinggi.

Bila kecanduan narkoba sendiri sudah merupakan penderitaan berat baik bagi yang bersangkutan maupun bagi oragn tua atau keluarganya, bila menggunakn jarum suntik secara bergilir, harus ditambah lagi dengan bebean penderitaan yang mengarah kepada kematian karean HIV/AIDS.

Dampak kesehatan dari penyalahgunaan narkoba dengan jarum suntik, yang paling serius adalah tertular HIV dan penyakit lainnya yang virusnya ditularkan melalui darah atau cairan tubuh, seperti virus Hepatitis B dan C. Program pecegahan dini adalah yang paling efektif.

AIDS sungguh merupakan suatu ancaman pembunuhan terhadap pembangunan suatu negara atau bangsa, bisa menyapu kemajuan sosal dan ekonomi yang dengan susah payah dicapai melalui pembangunan, karena AIDS menyerang kelompok usia muda dan produktif. Bahwa AIDS menimnulkan dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi, terbukti di beberapa negara Afrika.

Bila inginselamat dari tertular HIV/AIDS, penyakit yang mematikan secara lambat itu, hindari penyalahgunaan narkoba dan hindari penggunaan jarum suntik secara bergilir.

Juli 18, 2008

Berbagai Penyebab Remaja Melakukan Penyalahgunaan Narkoba

Filed under: umum — yd1kkb @ 2:08 am
Tags: , , , , , ,

Penyebab dari dalam diri dan kepribadian remaja, yang biasa di sebut faktor disposisi:

  • Ketidak mapuan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan
  • Kepribadian yang lemah
  • Kurangnya kepercayaan diri
  • Ketidak mampuan mengendalikan diri
  • Dorongan ingin tahu, ingin mencoba, ingin meniru dan ingin berpetualang
  • Mengalami tekanan jiwa
  • Tidak mempunyai tanggung jawab
  • Tidak memikirkan akibat dari perbuatannya
  • Ketidak tahuan akan bahaya narkoba
  • Mengalami kesunyian, keterasingan dan kecemasan

Penyebab yang bersumber dari orang tua/keluarga, biasa disebut faktor penyumbang:

  • Orang tua adalah keluarga pecah
  • Orang tua (ayahdan ibu) tidak harmonis
  • Orang tua kurang/tidak ada komunikasi dan keterbukaan
  • Orang tua terlalu memiliki,menguasai.melindungi,mengarahkan dan mendikte
  • Orang tua tidak acuh dan tidak mengadakan pengawasan
  • Orang tua terlalu memanjakan
  • Orang tua terlalu sibuk baik karena mencari nafkah ataupun karena kejaran karier
  • Tidak ada perhatian, kehangatan,kasih sayang dan kemesraan dalam keluarga
  • Salah satu atau kedua orang tua menderita tekanan jiwa
  • Salah saru atau kedua orang tua adalah pemakai

Penyebab yang bersumber pada kelompok sebaya , atau faktor pemicu:

  • Adanaya satu atau beberapa anggota kelompok sebaya yang menjadi penyalahguna narkoba
  • Adanaya anggota kelompok sebaya yang menjadi pengedar narkoba
  • Ajakan, bujukan dan iming-iming teman atau anggota kelompok sebaya
  • Paksaan dan tekanan kelompok sebaya, bila tidak ikut melakukan penyalahgunaan narkoba dianggap tidak setia kepada kelompoknya

Penyebab yang bersumber dari kehidupan masyarakat, merupakan juga faktor pemicu:

  • Masyarakat yang tidak acuh, tidak peduli
  • Longgarnya pengawasan sosial masyarakat
  • Banyak faktor pemicu ketegangan jiwa dalam masyarakat, seperti: kemacetan lalu-lintas, kenaikan harga-harga bahan pokok, polusi, banyaknya tindak kekerasan dan tindak kejahatan, ketidak pastian dan persaingan
  • Lemahnya penegakan hukum
  • Banyknya pelanggaran huku, penyelewengan dan korupsi
  • Banyaknya pemutusan hubungan kerja
  • Kemiskinan dan penganguran
  • Pelayanan masyarakat yang buruk
  • Penegakan hukum yang lemah dan tidak adanya ketertiban dan kepastian hukum
  • Menurunnya moralitas masyarakat
  • Bergentayangannya pengedar narkoba yang mencari mangsa
  • Lingkungan pemukiman yang tidak mempunyai fasilitas tempat anak bermain, menyalurkan hobinya serta kreatifitasnya
  • Arus informasi dan globalisasi yang menyebarkan gaya hidup modern
  • Proses perubahan sosial serta pergeseran nilai yang cepat

 

Apapun Alasanmu penyalahgunaan NARKOBA adalah RACUN!!!!

Juli 17, 2008

Kerentanan Remaja Terhadap Penyalagunaan Narkoba

Filed under: umum — yd1kkb @ 5:39 am
Tags: , , , , , ,

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak kepada masa dewasa. Masa remaja adalah masa pencaharian identitas diri. Jiwa remaja penuh gejolak dan pemberontakan. Gejola ingin mendapatkan pengakuan atas keberadaanya, ingin  mendapatkan kepercayaan, ingin mendapatkan tanggung jawab, ingin berprestasi,ingin menunjukan keberanian, ingin menonjol, ingin mendapatkan penghargaan, ingin mendapatkan kebebasan dan kemandirian. Pemberontakan terhadap kekuasaan dan penguasaan orang tua pada khususnya dan orang dewasa pada umumnya, pemberontakan terhadap segala nilai, norma dan aturan yang berlaku yang dipandang mengekangnya.

Masa remaja adalah masa yang indah penuh dorongan keingin tahuan, penjelajahan petualangan, ingin menunjukan keberanian, ingin ambil risiko, nekad. Masa remaja juga adalah masa labil, mudah terpengaruh, mudah meniru,mudah diiming-imingi, tanpa memikirkan akibatnya dimasa datang.

Remaja juga ditandai oleh kekompakan, kesetiaan, kepatuhan dan solidaritas tinggi terhadap sekelompok sebaya, mengalahkan kesetiaan dan kepatuhan terhadap orang tua dan gurunya.

Gejolak kejiwaan remaja tersebut seringkali dipeparah oleh sikap dan perlakuan orang tua dan orang dewasa disekitarnya, yang tidak memahaminya. Orang tua memandang bahwa anaknya adalah sepenuhnya miliknya yang harus selalu dijaga, dilindungi, diarahkan sesuai dengan keinginanya.

Sikap dan tindakan orang tua yang terlalu melindungi dan terlalu menguasai membuat anak menjadi tertekan dan berusaha untuk mencari penyaluran dengan minggat dan bergabung dengan kelompok sebaya, merusak, berkelahi, tawuran, meminum minuman beralkohol atau menyalahgunakan narkoba.

Orang tua yang kurang atau tidak memahami gejolak kejiwaan remaja akan berusaha sekuat tenaga menekan, mengarahkan sampai menghukum perbuatan anak yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapannya. Hasilnya adalah anak menjadi tertekan.

Kekompakan, kesetiaan dan kepatuhan remaja terhadap kelompok sebaya sebenarnya merupakan hal yang positif bagi pengembangan kepribadian, penemuan identitas diri, pengakuan, penerimaan, serta pengembangan kepekaan dan keterampilan sosialnya, bila kelompok sebaya yang dimasukinya kelompok sebaya yang tidak baik, maka akan melibatkan remaja kepada tindak kekerasan, perkelahian, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba.

Kelompok sebaya dapat menjadi kelompok penekan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yang positif, misalnya belajar bersama, atau negatif seperti tawuran, atau penyalahgunaan narkoba.

Setiap orang termasuk para remaja yang normal mempunyai berbagai kebutuhan, meliputi kebutuhan biologis(minum,makan,pakaian,tempat tinggal dan sex), kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan perwujudan diri. Tidak terpenuhinya salah satu atau semua kebutuhan tersebut dapat menimbulkan perasaan tertekan yang selanjutnya dapat memicu penyalah gunaan narkoba.

Juli 16, 2008

Berbagai Gejala dan Dampak Penyalahgunaan dan Ketergantungan Narkoba

Filed under: Uncategorized — yd1kkb @ 7:58 am
Tags: , , , , , , ,

Gejala dan dampak penggunaan ganja:

Gejala Fisik

  1. Jantung berdebar
  2. Bola mata kemerahan, karena pembuluh darah kapiler pada bola mata melebar
  3. Nafsu makan bertambah, karena THC ganja merangsang pusat nafsu makan di otak
  4. Mulut kering, karena THC mengganggu system syaraf otonom yang mengendalikan kelenjar air liur

Gejala psikis

  1. Hilaritas (kegaduhan)
  2. Perasaan tertekan
  3. Halusinasi, yaitu adanya tanggapan pancaindera tanpa adanya ransangan, misalnya melihat orang lewat atau mendengar suara, tanpa ada orang lewat atau tanpa suara
  4. Euphoria/rasa gembira berlebihan dan tertawa terbahak-bahak
  5. Perubahan persepsi tentang ruang dan waktu (1 meter dipersepsi 10 meter, 10 menit dipersepsi 1 jam)
  6. Berkurangnya kemampuan koordinasi, pertimbangan dan daya ingat
  7. Meningkatnya kepekaan visual dan pendengaran
  8. Agresif
  9. Banyak bicara dan merasa pembicaraan itu hebat
  10. Merasa bahwa penampilan dirinya keren walaupun kenyataannya sebaliknya
  11. Gangguan persepsi tentang waktu dan ruang : 1 menit dirasa 5 menit, 1m serasa 50 meter

 

Pemakaian ganja secara terus menerus dalam dosis yang cukup tinggi akan menimbulkan dampak:

Dampak Fisik

  1. Bronchitis dan radang paru-paru dan iritasi serta pembebngkakan saluran nafas
  2. Perubahan dankerusakan sel-sel otak dan menurunnya daya kerja otak
  3. Memperburuk aliran darah koroner
  4. Menekan produksi leukocit
  5. Menurunkan kadar hormon pertumbuhan dan hormon kelamin baik laki-laki maupun perempuan
  6. Menimbulkan penyakit kanker (karsinogen ganjanlebih tingi dari pada tembakau)
  7. Menurunkan kelincahan bergerak

Dampak psikis

  1. Menurunnya semangat, timbulnya gejala amotivasional
  2. Menurunya kemampuan baca dan menghitung
  3. Menurunnya kemampuan bergaul/sosiabilitas
  4. Apatis/menurunnya perhatian terhadap lingkungan
  5. Memicu terjadinya gannguan jiwa/piskosis seperti gangguan jiwa skizofernia, yaitu gangguan menilai kenyataan dan pemahaman diri

Overdosis kokain menimbulkan gejala sebagai berikut:

  1. Kesadaran kabur
  2. Pernafasan tak teratur
  3. Gemeteran
  4. Pupil mata melebar
  5. Denyut nadi meningkat
  6. Tekanan darah meningkat
  7. Suhu badan naik
  8. Rasa cemas dan ketakutan
  9. Kurang darah
  10. Pernapasan sesak sampai berhenti
  11. Mati

 

Menggunakan opioda berkali-kali dapat menimbulkan toleransi danakhirnya ketergantungan. Kecepatan terjadinya toleransi tergantung kepada cara pemakaiannya. Pemakaiana secara terus menerus cepat menimbulkan toleransi. Pemakaian kronis menimbulkan ketergantungan.

Penggunaan dosis tiggi dapat menghilankan kolik empedu dan ureter. Morfin menekan pusat pernafasan yang terletak pada batang otak sehingga menimbulkan hambatan pernafasan. Kematian karena overdosis morfin akibat terhambatnya pernapasan.

Dampak fisik lainnya dari penggunaan morfin adalah:

  • Kejang Lamb ung
  • Muka merah
  • Gatal sekitar hidung
  • Meningkatkan produksi antidiuretik hormon sehingga produksi air seni berkurang
  • Menghabat produksi hoemon gonadotropin yang menimbulkan gangguan menstruasi serta gangguan impotensi
  • Merasa mulut kering, seluruh badan panas, anggota badan terasa berat

Gejala fisik akibat penggunaan morfin:

  • Pupil mata menyempit
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut urat nadi melambat
  • Suhu badan menurun
  • Otot menjadi lemah
  • Bila sudah mencapai tingkat keracunan, otot kejang

Dampak psikis penggunaan morfin:

  • Menimbulkan rasa gembira berlebihan
  • Dampak antidepressant
  • Merasa relax
  • Mengantuk, tertidur dan mimpi yang indah
  • Menjelang tertidur, kesadaran menjadi kabur
  • Menimbulkan gangguan kosentrasi pikiran, sulit berpikir
  • Apatis/tidak acuh

Orang yang pertama kali menggunakan morfin dan tidak sedang merasakan sakit, akan timbul gejala:

  1. Timbul perasaan tidak enak
  2. Mual dan muntah
  3. Merasa cemas dan ketakutan

Dampak heroin lebih kuat dair morfin karena kemampuannya menembus pembatas antara darah dan sel otak.

Dampak keracunan barbiturat:

  1. Nafas pendek, denyut nadi cepat tetapi lemah
  2. Tekanan darah turun, berkeringat,
  3. Gerakan serba lambat,
  4. Bicara pelo, jalan smepoyongan,
  5. Sulit berpikir, daya ingat terganggu
  6. Penilaian terhadap kenyataan kacau,
  7. Perhatian menyempit,
  8. Tertawa terkekeh,
  9. Emosi labil
  10. bermusuhan
  11. Mudah tersinggung dan bertengkar
  12. Muram dan curiga
  13. Cenderung bunuh diri

Menelan 10-30 mg amphetamine dapat menimbulkan

  • Euphoria
  • Merasa kepercayaan diri meningkat
  • Meningkatkan daya konsentrasi pikiran
  • Merasa penampilan diri lebih baik
  • Tidak cepat merasa lelah
  • Menjadi lebih banyak bicara
  • Pernafasan bertambah cepat, tekanan darah naik, denyut jantung tidak menentu dan berdebar
  • Sakit kepala

Gejala keracunan amphetamine

  • Muka menjadi merah kemudian pucat
  • Demam
  • Mual dan muntah Susah napas
  • Gelisah
  • Mudah tersinggung
  • Gemetar, kesadaran kabur
  • Kejang kejang
  • Hiperaktif
  • Serangan psikosis
  • Pingsan
  • Mati

Dampak penggunaan LSD-25, 100-250 mg; Atropin;Meskalin;Psilosibin:

  1. Pusing
  2. Badan Lemas
  3. Mengantuk
  4. Tegang
  5. Ketawa-ketawa dan ebrteriak
  6. Ilusi pandangan
  7. Perubahan persepsi
  8. Rasa Takut
  9. Kemampuan pengendalian diri lemah
  10. Timbul rasa khawatir berlebihan

Menyedot inhalansia melalui hidung dalam jumlah yang sedang, untuk jangka waktu pendek:

  • Pandangan terganggu
  • Kemampuan mempertimbangakan baik-buruk berkurang
  • Mengurangi daya otot dan penguasaan refleks
  • Kematian akibat menyedot inhalan terjadi secara emndadak, tanpa tanda-tanda sebelumnya

Ketergantungan dan dosis tinggi terhadap tembakau (nikotin) sangat merugikan kesehatan:

  • Menyebabkan empisema dan kanker paru
  • Jantung koroner
  • Penyempitan pembuluh darah
  • Menghambat kontraksi otot lambung sehingga menurunkan nafsu makan
  • Iritasi saluran nafas
  • Mempercepat denyut jantung

Dampak penggunaan dan ketergantungan cafeine:

  • Meningkatnya peredaran darah pada permukaan
  • Meningkatnya tekanan darah
  • Meningkatnya jumlah air seni
  • Timbul iritasi lambung
  • Caffeine menyebabkan ketergantungan baik fisik maupun psikis

Penggunaan minuman beralkohol menimbulkan dampak buruk terhadap dan merusak fungsi hati, pankreas, pencernaan, otot, darah dan tekanan darah, kelenjar endokrin dan jantung

Dampak penyalahgunaan narkoba bagi pelakunya:

  1. Menimbulkan  gangguan kesehatan jasmani dan rohani, merusak fungsi organ vital tubuh: otak, jantung, ginjal, hati dan paru-paru samapi kepada kematian sia-sia yang tak patut ditangisi.
  2. Menimbulkan biaya yang sangat besar baik untuk membeli narkoba yang harganya sangat mahal, maupun untuk biaya perawatannya yang juga sangat mahal, sehingga dapat membuat keluarga orang tua bangkrut dan menderita.
  3. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman keamanan masyarakat.
  4. Menimbulkan kecelaan diri yang bersangkutan dan orang lain
  5. Perbuatan melanggar hukum yang dapat menyeret pelakunya ke penjara.
  6. Memicu tindakan tidak bermoral, tindakan kekerasan dan tindak kejahatan.
  7. Menurunkan sampai membunuh semangat belajar adalah perbuatan menghancurkan masa depan.
  8. Merusak keimanan dan ketakwaan, membatalkan ibadah agama karena hilangnya akal sehat.

Bagi orang tua dan keluarga:

  1. Menimbulkan bebadn mental, emosional, dna sosial yang sangat berat
  2. Menimbulkan beban biaya yang sangat tinggi yang dapat membuat bangkrutnya keluarga.
  3. Menimbulkan  beban penderitaan berkepanjangan dan hancurnya harapan tentang masa depan anak.

Bagi masyarkat dan  bangsa:

  1. Menimbulkan beban ekonomi yang tinggi bgai program pencegahan, penegeakan hukum dan perawatan serta pemulhan penderita ketergantungan narkoba
  2. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman, dan keamanan masyarakt.
  3. Menghancurkan kualitas dan daya saing bangsa serta membunuh masa depan dan kejayaan bangsa.
  4. Berkaitan dengan peningkatan tindak kejahatan termasuk kerusuhan, separatisme dan terorisme.
Halaman Berikutnya »

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.